TUTELAEUCARESTIA — Athena – Sebuah kapal pesiar yang mengangkut turis asal Israel meninggalkan Pulau Syros di Yunani pada Selasa (22/7/2025) tanpa menurunkan para penumpangnya, setelah lebih dari 150 orang menggelar unjuk rasa di pelabuhan pulau tersebut.
Para demonstran membentangkan bendera Palestina dan menyerukan diakhirinya perang di Gaza.
Dengan membawa spanduk bertuliskan “Hentikan Genosida” dan “Tak Ada AC di Neraka” — sebuah sindiran terhadap kondisi yang dihadapi warga Palestina di Gaza — para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan di dermaga dekat tempat kapal pesiar Crown Iris bersandar pada Selasa. Tidak ada laporan mengenai kekerasan dalam kejadian tersebut. Demikian dilaporkan AP, mengutip sejumlah media lokal.
Kapal tersebut dioperasikan oleh perusahaan Israel, Mano Cruise, yang menyatakan bahwa sekitar 1.700 penumpang berada di atas kapal. Kapal itu kemudian berlayar menuju Siprus.
Penjaga pantai Yunani menyatakan kapal itu berangkat sekitar pukul 15.00 waktu setempat, lebih awal dari jadwal semula.
“Manajemen Mano Cruise telah memutuskan untuk berlayar ke destinasi wisata lain, menyusul situasi yang terjadi di Kota Syros,” bunyi siaran pers dari perusahaan tersebut.
“Seluruh penumpang dan awak kapal saat ini beristirahat dan menikmati waktu mereka di kapal dalam perjalanan menuju destinasi baru.”
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menghubungi Menteri Luar Negeri Yunani George Gerapetritis terkait insiden tersebut. Hal ini dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Yunani tanpa merilis rincian pembicaraan mereka.